NIM
:1605551114
Matakuliah : Network Operating System
Dosen : I
Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T.
TEKNOLOGI INFORMASI/TEKNIK/UNIVERSITAS UDAYANA
SECURITY NETWORK OPERATING SYSTEM
Pada artikel kali ini saya akan membahas
mengenai security, disini saya akan membahas 2 hal yang perlu kita ketahui
mengenai security.
1. Keamanan pada NOS, bentuk – bentuk ancaman keamanan.
2. Security Management pada NOS
Keamanan dalam Network
Operating System
Sama
seperti Operating System yang bertugas mengendalikan kerja komputer, Network
Operating System bertugas mengontrol dan mengendalikan jaringan. Biasanya NOS
diinstal pada komputer server, tetapi ada kalanya juga diinstal pada komputer
client. Jika komputer kita nyalakan, OS masuk kedalam komputer dan
menyalakannya, baru kemudian NOS masuk. Sejumlah OS seperti Windows NT sudah
termasuk NOS dan memang dirancang untuk keperluan network, sehingga tidak perlu
menginstal NOS lagi.
Pada Network Operating System juga kita juga perlu
memperhatikan keamanan didalamnya, Security atau kita sebut saja keamanan
jaringan dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan. Sistem keamanan
jaringan adalah proses untuk mencegah dan mengidentifikasi pengguna yang tidak
sah dari jaringan komputer. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi resiko
jaringan komputer yang dapat berupa ancaman fisik maupun logic. Keamanan
harusnya menciptakan kenyamanan, namun terkadang justru semakin tinggi tingkat
keamanan, sisi kenyamanan semakin sedikit diperoleh.
Segi-segi keamanan
didefinisikan dari kelima point ini.
a. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
e. Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
a. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
e. Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan
dalam empat kategori utama :
a. Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. abrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
a. Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. abrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
Vulnerability
Pengertian vulnerability pada dunia komputer adalah suatu
kelemahan program/infrastruktur yang memungkinkan terjadinya exploitasi sistem.
kerentanan (vulnerability) ini terjadi akibat kesalahan dalam merancang,membuat
atau mengimplementasikan sebuah sistem. Vulnerability akan digunakan oleh
hacker sebagai jalan untuk masuk kedalam sistem secara ilegal. Hacker biasanya
akan membuat Exploit yang desesuaikan dengan vulnerability yang telah ditemukan
nya. Setiap aplikasi (service,desktop,web base) pasti memiliki celah atau
vulnerability,hanya saja belum ketauan.lambat laun akan ditemukan juga oleh
hacker.
Membuat Network Operating System Semakin Aman
1.
Hardening
System hardening adalah proses untuk menilai atau menimbang arsitektur keamanan sistem operasi, serta proses auditing (memeriksa kembali) apakah sistem operasi yang sudah terpasang berjalan dengan baik atau tidak. Hal ini untuk mengantisipasi beberapa jenis serangan yang dapat dilakukan terhadap sistem operasi tersebut. Serangan tersebut bisa dilakukan oleh attacker apabila banyak kesalahan (vulnerable) yang dijumpai didalam sistem operasi. System Hardening kurang lebihnya dapat disimpulkan sebagai langkah awal untuk bertahan dan mengevaluasi dari serangan yang dilakukan terhadap sistem operasi (komputer)
System hardening adalah proses untuk menilai atau menimbang arsitektur keamanan sistem operasi, serta proses auditing (memeriksa kembali) apakah sistem operasi yang sudah terpasang berjalan dengan baik atau tidak. Hal ini untuk mengantisipasi beberapa jenis serangan yang dapat dilakukan terhadap sistem operasi tersebut. Serangan tersebut bisa dilakukan oleh attacker apabila banyak kesalahan (vulnerable) yang dijumpai didalam sistem operasi. System Hardening kurang lebihnya dapat disimpulkan sebagai langkah awal untuk bertahan dan mengevaluasi dari serangan yang dilakukan terhadap sistem operasi (komputer)
2.
Patching
Patch adalah sebuah progam atau software kecil yang dibutuhkan untuk menambal bugs suatu software, menambah fitur/meng-updatenya. Yang membuat patch itu sendiri tentunya sipembuat software yaitu programmer. Dulu programmer sangat terbantu sekali oleh hacker, karena dulu hacker adalah orang yang sering melakukan pengamatan pada suatu software dan apabila menemukan bug yang harus ditambal biasanya si hacker dengan sukarela memberikan penambal atau patch itu di website-nya untuk di download secara gratis, terutama untuk software-software open source, seperti Linux dll.
Patch adalah sebuah progam atau software kecil yang dibutuhkan untuk menambal bugs suatu software, menambah fitur/meng-updatenya. Yang membuat patch itu sendiri tentunya sipembuat software yaitu programmer. Dulu programmer sangat terbantu sekali oleh hacker, karena dulu hacker adalah orang yang sering melakukan pengamatan pada suatu software dan apabila menemukan bug yang harus ditambal biasanya si hacker dengan sukarela memberikan penambal atau patch itu di website-nya untuk di download secara gratis, terutama untuk software-software open source, seperti Linux dll.
3.
Opensource
Open source merupakan sebuah lisensi pengembangan yang pengelolaannya tidak dikoordinasi oleh seorang individu semata atau sebuah lembaga pusat, melainkan dikoordinasi oleh para pengguna yang saling bekerja sama dalam penggunaan source code (kode sumber) yang tersedia bebas dan dapat diakses atau dimodifikasi oleh siapapun. Pada dasarnya, open source menerapkan pola pengembangan take and give.
Open source merupakan sebuah lisensi pengembangan yang pengelolaannya tidak dikoordinasi oleh seorang individu semata atau sebuah lembaga pusat, melainkan dikoordinasi oleh para pengguna yang saling bekerja sama dalam penggunaan source code (kode sumber) yang tersedia bebas dan dapat diakses atau dimodifikasi oleh siapapun. Pada dasarnya, open source menerapkan pola pengembangan take and give.
Security Management dan NOS Security
Management
1.
Intrusion
Detection System
2.
Akses
kontrol
3.
Keamanan
di level fsik
4.
Risk
Management dan IT Risk Management (ISO 31000)
5.
Prosedur
keamanan
6.
Manajemen
pengguna
7.
Manajemen
hak akses
8.
Manajemen
memori
9.
Sumber
kode, keterbukaan sumber kode, dan keamanan pengembangan di sisi software
(untuk NOS)
10.
Simulasi
penyerangan berbasis honeynet dan honeypot

Tidak ada komentar:
Posting Komentar