NIM :
1605551114
Matakuliah :
Network Operating System
Dosen :
I Putu Agus Eka Pratama, S.T.,M.T.
TEKNOLOGI
INFORMASI/TEKNIK/UNIVERSITAS UDAYANA
SCHEDULING (LANJUTAN)
Pada
artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai scheduling lanjutan, yang belum
dibahas pada artikel sebelumnya, pada artikel ini akan menjelaskan :
- Algoritma pada Scheduling: Shortest Process Next (SPN), Feedback, Shortest Remaining Time (SRT), Highest Response Ratio Next (HRRN).
- Praktek sederhana Scheduling di Linux menggunakan cron.
Sebelum
melanjutkan ke pembahasan, mari kita review kembali mengenai pengertian dari
scheduling. Scheduling disini merupakan satu atau beberapa buah aturan,
mekanisme, dan prosedur di dalam sistem operasi (melibatkan kernel, aplikasi,
process) terkait dengan urutan kerja yang dilakukan oleh komputer dan sistem
komputer. Scheduling disini ada di dalam sistem operasi apapun.
Algoritma Scheduling
Pada
artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai 3 alrogitma yaitu Round-Robin Scheduling,
First-Come First-Served Scheduling (FCFS), Shortest Job First Scheduler (SJF),
nah disini saya akan melanjutkan algoritma scheduling yang belum saya bahas,
yaitu Shortest Process Next (SPN), Feedback, Shortest Remaining Time
(SRT), Highest Response Ratio Next (HRRN).
1. Shortest
Process Next (SPN)
Shortest Process Next merupakan algoritma untung mengecek processing time (waktu pemrosesan/waktu eksekusi) setiap job, yang terpendek dimasukkan ke urutan antrian (queue) terdepan, yang terpanjang paling belakang.
Shortest Process Next merupakan algoritma untung mengecek processing time (waktu pemrosesan/waktu eksekusi) setiap job, yang terpendek dimasukkan ke urutan antrian (queue) terdepan, yang terpanjang paling belakang.
2. Feedback
Feedback Merupakan Penjadwalan berprioritas dinamis, Penjadwalan ini untuk mencegah (mengurangi) banyaknya swapping dengan proses-proses yang sangat banyak menggunakan pemroses (karena menyelesaikan tugasnya memakan waktu lama) diberi jatah waktu (jumlah kwanta) lebih banyak dalam satu waktu. Penjadwalan ini juga menghendaki kelas-kelas prioritas bagi proses-proses yang ada. Kelas tertinggi berjalan selama satu kwanta, kelas berikutnya berjalan selama dua kwanta, kelas berikutnya berjalan empat kwanta, dan seterusnya.
Feedback Merupakan Penjadwalan berprioritas dinamis, Penjadwalan ini untuk mencegah (mengurangi) banyaknya swapping dengan proses-proses yang sangat banyak menggunakan pemroses (karena menyelesaikan tugasnya memakan waktu lama) diberi jatah waktu (jumlah kwanta) lebih banyak dalam satu waktu. Penjadwalan ini juga menghendaki kelas-kelas prioritas bagi proses-proses yang ada. Kelas tertinggi berjalan selama satu kwanta, kelas berikutnya berjalan selama dua kwanta, kelas berikutnya berjalan empat kwanta, dan seterusnya.
Ketentuan
yang berlaku adalah sebagai berikut
- Jalankan proses pada kelas tertinggi.
- Jika proses menggunakan seluruh kwanta yang dialokasikan, maka diturunkan kelas prioritasnya.
- Proses yang masuk untuk pertama kali ke sistem langsung diberi kelas tertinggi. Mekanisme ini mencegah proses yang perlu berjalan lama swapping berkali-kali dan mencegah proses-proses interaktif yang singkat harus menunggu lama.
3. Sortest
Remaining Time
Sortest Remaining Time Merupakan Penjadwalan berprioritas.dinamis. Adalah preemptive untuk timesharing Melengkapi SJF, Pada SRF, proses dengan sisa waktu jalan diestimasi terendah dijalankan, termasuk proses-proses yang baru tiba. Pada SJF, begitu proses dieksekusi, proses dijalankan sampai selesai. Pada SRF, proses yang sedang berjalan (running) dapat diambil alih proses baru dengan sisa waktu jalan yang diestimasi lebih rendah.
Sortest Remaining Time Merupakan Penjadwalan berprioritas.dinamis. Adalah preemptive untuk timesharing Melengkapi SJF, Pada SRF, proses dengan sisa waktu jalan diestimasi terendah dijalankan, termasuk proses-proses yang baru tiba. Pada SJF, begitu proses dieksekusi, proses dijalankan sampai selesai. Pada SRF, proses yang sedang berjalan (running) dapat diambil alih proses baru dengan sisa waktu jalan yang diestimasi lebih rendah.
Kelemahan
- Mempunyai overhead lebih besar dibanding SJF. SRF perlu penyimpanan waktu layanan yang telah dihabiskan job dan kadang-kadang harus menangani peralihan.
- Tibanya proses-proses kecil akan segera dijalankan.
- Job-job lebih lama berarti dengan lama dan variasi waktu tunggu lebih lama dibanding pada SJF.
- SRF perlu menyimpan waktu layanan yang telah dihabiskan, menambah overhead. Secara teoritis, SRF memberi waktu tunggu minimum tetapi karena overhead peralihan, maka pada situasi tertentu SFJ bisa memberi kinerja lebih baik dibanding SRF
4. Highest
Response Ratio Next
Highest Response Ratio Next merupakan Penjadwalan berprioritas dinamis, Penjadwalan untuk mengoreksi kelemahan SJF. Highest Response Ratio Next Adalah strategi penjadwalan dengan prioritas proses tidak hanya merupakan fungsi waktu layanan tetapi juga jumlah waktu tunggu proses. Begitu proses mendapat jatah pemroses, proses berjalan sampai selesai.
Highest Response Ratio Next merupakan Penjadwalan berprioritas dinamis, Penjadwalan untuk mengoreksi kelemahan SJF. Highest Response Ratio Next Adalah strategi penjadwalan dengan prioritas proses tidak hanya merupakan fungsi waktu layanan tetapi juga jumlah waktu tunggu proses. Begitu proses mendapat jatah pemroses, proses berjalan sampai selesai.
Prioritas
dinamis HRN dihitung berdasarkan rumus :
Prioritas
= (waktu tunggu + waktu layanan ) / waktu layanan
|
Karena
waktu layanan muncul sebagai pembagi, maka job lebih pendek berprioritas lebih
baik, karena waktu tunggu sebagai pembilang maka proses yang telah menunggu
lebih lama juga mempunyai kesempatan lebih bagus. Disebut HRN, karena waktu
tunggu ditambah waktu layanan adalah waktu tanggap, yang berarti waktu tanggap
tertinggi yang harus dilayani.
Penjadwalan
dan Network Operating System
Apa
saja peran penjadwalan (Schedulling) pada NOS secara spesifk?
- Membantu penjadwalan dari semua service yang ada di dalam server
- Memanfaatkan cron, dapat menentukan penjadwalan terhadap suatu proses
- Dikaitkan dengan log dan cron, dapat membantu system administrator di dalam memperoleh data dan informasi mengenai sistem pada server (melalui bantuan sistem operasi).
PRAKTEK 1 Melihat Log Sistem
Cek
dan amati log di sistem operasi Linux anda sendiri (latihan untuk dapat
mengamati log server di mesin remote via SSH nanti) :
1.
Buka Terminal
2.
Pada terminal ketik cd /var/log, ini berarti kita menuju folder var/log
3. Untuk membuka Log Sistem, kita hanya
perlu mengetik “ nano syslog “ kode program ini akan mengakses syslog pada folder
/var/log tadi, dan membukanya.
Gambar
diatas merupakan, log sistem yang terjadi pada laptop kita, dengan membukanya
melalui terminal dan memasuki melalui syslog, pada gambar tersebut terlihat
menampilkan aktifitas kita, dari bulan, jam, nama computer kita, dan aktifitas
apa yang kita lakukan. Catatan : apabila nano belum terinstal, ketik sudo
apt-get install nano.
PRAKTEK
2 : Melihat Semua File Log
Ketahui
semua fle log yang ada di dalam sistem operasi Linux (bahan penting bagi
Sysadmin Linux), caranya hamper sama seperti yang tadi hal yang berbeda disini
kita tidak perlu masuk ke syslog tetapi melihat file yang ada di dalam folder
log, caranya yaitu:
- Buka Terminal
- Ketik pwd, seharusnya ada di /home user-anda, jika belum ketik ~
- Pindah ke lokasi /var/log dengan perintah cd /var/log
- Lihat list semua fle yang ada dengan perintah ls -la (machine) atau ls -lah (human readable)
- Amati setiap isi fle dengan perintah nano (namafle) atau apabila ada sub direktori, pindahlah ke sana lalu buka dengan nano.
Gambar diatas merupakan isi folder dari log, terlihat banyak sekali file yang ada pada file log seperti pada gambar tersebut, disini kita tahu apa – apa saja yang ada pada suatu folder dengan menggunakan terminal di linux.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar